Sunday, October 9, 2016

Nostalgic Music

Gua adalah salah satu orang yang kalo suka suatu album/lagu, gua dengerin sampe beratus kali dan sampe hafal urutan lagu yang bakal ke play sampe Pak Khoirul dan Pak Andri juga ikutan apal (bahkan Pak Khoirul suka udah tau lagu mana yang harus di skip dan yang suka gua ulangi lagi tanpa harus gua minta) sampe akhirnya gua akan muak sendiri sama album itu dan ganti lagi ke album lainnya.

This album played in my car through out my SMP final year. I don't usually like something I hear instantly tapi pas pertama kali denger album ini langsung suka. Inget banget lagu pertama yang bikin gua suka itu "Radio". Akhirnya temen-temen yang suka nebeng ikutan dengerin dan jadi suka juga terutama sama lagu Dark Paradise hehe kayanya itu jadi lagu gua-Amiera-Cipaw. Terus habis itu suka juga sama albumnya yang Paradise bahkan gak sengaja beli 2 copy album yang sama he tapi selanjutnya sudah tidak mengikuti perkembangan musiknya Lana lagi. Moment yang paling diinget kalo dengerin lagu-lagunya tuh Pagelaran dan Latihan Liong setiap malem sampe letih.

Suka banget sama FOB dari albumnya yang lama-lama juga, siapa lagi yang ngenalin kalo bukan kakak hehe. Terus suatu ketika Kak Husna beli album yang ini dan pas gua denger, gua gak suka. Gua complain gitu kan "apaan sih kok jadi gak enak" terus taunya pas kedua kali dengerin kok gua jadi suka banget? Eh akhirnya gua jadi sangat amat suka dan memory yang sangat membekas di otak adalah ketika lagu ini lagi di overplay di mobil, gua sedang dekat dengan seseorang hahahaha terus inget banget tuh lagi di jalan pulang habis dari CCM dan menunggu chat dari doi, lagu yang lagi muter Young Volcanoes, walaupun sebenernya itu lagu least favorite gua di album ini tapi sekarang kalo dengerin lagu itu jadi banyak feels because u know love gives you chills from head to toe (pret)

Terus ada ini. Jadi Kakak gua suka banget sama The Killers, tapi gua selalu menganggap lagunya biasa aja dan tidak memorable apalagi lagu mereka yang paling ngehits kalo di Indonesia kan yang Mr Brightside dan menurut gua itu lagu gak enak. Terus suatu ketika di mobil cuma ada album-album yang sudah keseringan diplay dan album yang gak pernah diplay alias koleksi lagu bataknya babeh, eh terus ada album direct hits nya The Killers, akhirnya nyobain dengerin. Ternyata gua suka banget huhuhu terus gua menyesal kenapa gak dari awal ngikutin musik mereka, tapi even sampe sekarang gua tetep gak suka lagu Mr Brightside dan gak ngerti kenapa lagu itu malah hits banget? Album ini menemaniku selama kelas 11-12. Sempet bosen terus dengerin album FOB yang American Beauty/American Psycho terus bosen juga sama album itu dan balik lagi ke album ini. Terus tadi habis karaoke lagu-lagunya Killers tiba-tiba got on the feels train karena keinget perjuangan selama mau masuk kuliah, setiap pulang malem habis les dijemput Pak Andri dan dengerin album ini di mobil sambil looking out the window of my car thinking "mau kuliah di mana diriku ini" dan jadi terharu sudah melalui itu semua and then got inspired to write this post hehe so itulah latar belakang penulisan post ini. Oiya untuk yang ini lagu favorite gua Runaways karena what's not to like about that song!? Sama lagu When You Were Young juga kusuka sekali dan in third place ada A Shot At The Night yang entah kenapa selalu membuatku sedi-sedi aneh gt ngerti kan. 

Honorable mentions: Padi best hits, Muse Drones, Arctic Monkeys AM, Jason Mraz We Sing We Dance We Steal Things, James Blunt Back To Bedlam dan All The Lost Souls, Seal Seal (nama albumnya Seal juga he), dan banyak lagi album-album yang sudah menemaniku selama di mobil dulu. I love you guys and thnks fr th mmrs (notice that reference?). Bye!

Friday, October 7, 2016

Life Update.


Jadi sebenernya dulu di SMA gua sering merasakan bosan karena waktu luang gua yang sangat banyak (bukan kelas 12 akhir ya). Di saat libur panjang pun gua suka kangen sekolah karena yang anak smansa tau lah gabutnya gimana. Kalo emang ke sekolah mau ketemu temen doang juga bisa, segampang itu buat ga menyimak guru dan main-main sama temen, atau izin ke toilet terus ke mushola gak balik-balik. Banyak banget lah peluang untuk menjadi berandal. Sekolah tuh, di luar waktu-waktu tertentu yang padet ulangan harian atau UTS dsb, bisa dibilang suatu pariwisata. Inget banget suatu ketika lagi liburan dan gua nge update di timeline tentang pengen masuk karena udah melumut di rumah, kakak gua yang anak kedokteran dan gak dapet libur langsung komen "jangan kufur nikmat." Sekarang mulai dapet gambaran deh maksud dia apa, meskipun semester 1 emang belum padet-padet banget.

Jujur aja ada sisi enaknya kok, sekarang kita mau gak mau jadi produktif, dan walaupun sering mengeluhkan tugas yang ada, ujung-ujungnya kelar juga kok? Jadi ya mungkin itu kunci utamanya. Jalanin aja.

Monday, September 26, 2016

Dreams, and a lot of other things.



Astronot, artis, arsitek, walikota, philanthropist (this is still happening!), dosen, ahli ekonomi, bankir, and many more. I wanted to become everything, not because I wanted everything, but because I wanted nothing. No driven nor given path, no clue for where to go. Oh well, here I am.

Sunday, September 18, 2016

Sols

Karena malam ini lagi kangen banget sama SMA, saya pengen nulis sesuatu yang identik dengan masa SMA saya pribadi. Pengisi 2 tahun suram senang kehidupan putih abu.

What?
Kami merupakan perkumpulan 8 orang yang habitatnya berada di pojok kanan belakang kelas, ketika guru sedang mengajar 2 di antara kami bisa jadi belajar, 2 nya lagi cabut, 4 nya lagi melakukan hal tidak berfaedah seperti main hp/tidur/mendengarkan lagu. Setelah belajar beberapa menit 2 orang yang tadi belajar pun berhenti belajar dan ikutan bergossip. 2 orang yang cabut itu kadang kembali dengan membawa makanan dari kantin dan menyelundupnya melalui celah-celah jendela. Kadang-kadang kami main tebak lagu yang dinyanyikan oleh si jenglot author kisah puji dari jambi dan bintang dari kupang.

When?
Kelas 11 hingga sekarang

Where?
XI MIA 2, XII MIA 2, koridor depan XI MIA 2, koridor depan XII MIA 2, depan toilet wanita sebelah kantin, pojok kanan belakang kelas (terkadang ada dua yang tersisihkan duduk di antara para kaum adam), rumah Fina yang di The Oaks

Why?
Karena menemukan kecocokan dalam menertawakan hal-hal tidak penting dan meninggalkan pelajaran

Who?
-Aan: Si jenglot yang beruntung duduk 2 tahun bersama malaikat, merupakan orang kedua teraneh di perkumpulan aneh ini. Orang paling kepo, hyperactive, dan kurang ajar yang ada di bumi. Namun kombinasi itu membuatnya sangat amat ngangenin.
-Adis: Makhluk paling iseng di bumi. Hobinya berbohong, menipu, menyemprotkan saos ke muka Shalhan, dan mencolek2 bahu orang. Meskipun begitu dia merupakan orang terhormat smansa yang menjabat sebagai sekum OSIS dan satu2nya yang tidak rakjel.
-Athifa: Mendapatkan award sebagai paling tidak aneh di geng ini, paling lembut dan kewanitaan tapi galak naudzubillah, merupakan sumber kebahagiaan pecinta dendeng dan korea-koreaan, satu-satunya anggota yang masih memiliki wibawa
-Fina: Terpintar dan terajin di grup, orang yang mulanya sangat normal menjadi sangat aneh karena putus cinta, merupakan orang yang dituju ketika tidak mengerti pelajaran, menjadi satu-satunya yang menyimak guru dan mencintai matematika di grup tidak belajar ini.
-Ina: Manusia dengan hoki terbaik di bumi ini, menjadi pusat latihan Domba-Domba Revolusi, peraih nilai TO UN Fisika di bawah usia nya sendiri, menjadi yang paling pertama menghela napas lega ketika mencari ptn.
-Nadila: Orang teraneh seantero smansa, author banyak lagu seperti "Aing aing aing" "Tempe lage" Piscok! Piscok!" "Cincangkeuling, cindeteeee" dan masih banyak lagi, calon istri Rheza Anfasa yang akan menikah di Graha Sanusi
-Shasa: skandal sosis jatuh, orang dengan selera humor sama dengan saya. Merupakan makhluk paling santai yang mencintai kebersihan kertas ljk, menjadi sosok gemar memberi yang tanpa diminta memberikan hp sumber contekan saat ulangan kepada musuh abadinya; Pak U*up.
-Astrid

How?
Awal mula pertemanan ini di mulai karena Astrid, Athifa, dan Fina bingung mau ikut OSIS atau enggak. Akhirnya dibentuk suatu conference yang membahas tentang keputusan kami. Hingga topik meleber menjadi ngomongin orang. Lalu kami mengundang Adis untuk masuk. Setelah itu kami mengundang Nadila dan Shalhan untuk ikut meramaikan. Lalu barulah kita undang Shadut dan Inul. Entah mengapa grup itu dinamakan Shalehah, mungkin sebagai doa. Selain shalehah ada juga nama lainnya seperti Rakjel atau Rakyat Jelata karena ide kami tidak pernah ditampung (kecuali Adis yang merupakan rakyat atas), pernah juga Shalehah (+Aan) untuk mengantisipasi salah send foto haram, pernah juga bernama "Aneh", dan lain sebagainya. Ketika hendak GTC namanya menjadi Shalehah GTC Full team, lalu Shalehah Goes To PTN, sekarang Sols cum laude. Semoga kami benar-benar cum laude.
.
.
.

Kangen kalian banget sebenernya. Gak ada abisnya kalo cerita tentang masa-masa pembodohan bareng 7 malapetaka. Ya sekarang kita udah di tempat masing-masing, semoga bisa berkembang dan hebat di ranahnya ya. Do'ain gua yg skrg sedang bertransisi menjadi anak rajin, gua do'akan kalian juga supaya meninggalkan segala keburukan dan kebiasaan jelek di SMA nya, tapi jangan sekali-kali meninggalkan keanehan kalian karena itu yang membuat kalian spesial. Najis ah keju. Bye Sols, see you when I see you!


Sunday, August 21, 2016

FKUI, so far.

Kata mereka sih, "welcome to the jungle".
Ini bukan hutan pertama bagi saya. Walau begitu, kuantitas binatang buas dan tanaman beracun di dalamnya siapa yang tau? Bisa jadi lebih dari yang pernah saya bayangkan.
Gak usah pake kiasan, ngerti lah penggambaran anak FK gimana. Ambisius, all about grades, sikut-menyikut. At least that's how most people I know see it. Emangnya beneran gitu? Gak tau, kan belum mulai.
Yang pasti saya bukan orang yang seperti itu. Gak kok, gak berarti saya lebih lemah maupun lebih baik. Justru itu permainan saya yang mungkin mulai dibenci orang lain, showcasing my weakness so people wouldn't see me as a threat. But it's purely because I am not a threat, apa yang menurut orang lain adalah kesuksesan belum tentu merupakan kesuksesan di mata saya. Therefore, I don't always chase what other people thrive for. Kenapa? Karena harga kebahagiaan bagi tiap insan itu berbeda. Gak ada tolak ukurnya. Ultimately, the biggest success would be happiness, correct? Statement itu aja udah dapat diperdebatkan, sebuah bukti bahwa paradigma tiap orang itu berbeda.
Ok, gak nyambung.

Jadi, gimana dengan FKUI sejauh ini?
For starters, gua cuma mau bilang secara akademis dan dunia belajarnya I know nothing yet so this wont have anything to do with that. Jadi bahasan saya mungkin bukan FK nya, lebih tentang UI nya. Aneh ya, jarak 30-40 menit naik kereta aja bisa menyuguhkan suatu perbedaan yang luar biasa. Beda banget sama SMA, untuk saat ini belum bisa bilang kuliah lebih seru. Saya masih suka SMA, saya suka dengan comfort zone yang dulu udah senyaman-nyamannya nyaman. Mungkin yang gak saya suka cuma beberapa bulan terakhir yang penuh dengan belajar-belajar-belajar. Sisanya, s-e-r-u.

Haha, kalo gak sadar diri sih gua udah bisa lanjut ngomongin SMA terus menerus sampe paragraf kesekian. Ya kalo di garis bawahi, emang masih pengen balik ke SMA. Di FKUI ini ketemu banyak orang dengan latar belakang yang berbeda. Sebagai anak kota (gak kota-kota amat sih) gua bisa dengan yakinnya bilang kalo merasa seperti anak desa. No, it's not that much of a bad thing. Justru saya baru sadar kalo polos ini suatu kebanggaan bagi diri sendiri. Mungkin sebandel-bandelnya saya itu masih sangat alim di dunia baru. Dunia yang udah jauh lebih sekuler di mana hal-hal yang dulu sangat tabu sekarang mulai b aja. Apakah saya akan terbiasa dengan hal ini? Pasti kok. Kaya di SMP dulu kaget banget kalo tau ada banyak yang ngerokok. Masuk kelas 8 udah biasa aja ngeliat anak-anak nongkrong sambil nyebat. Hal seperti ini akan biasa saja, walaupun begitu gak berarti dia bakal masuk ke kamus gaya hidup kita pribadi kan? Saring sepandai-pandainya.

Sebenernya post ini lebih cocok di blog yang satunya, tapi saya kira saya bakal ngasih informasi yang berguna. Mungkin sekarang waktunya? Oke, jadi saran saya buat siapapun yang hendak keluar dari lingkungan normal nya; jangan khawatir tentang menjadi minoritas. Mungkin awalnya bakal merasa sangat inferior, cuma sadarlah kalo semua orang juga sama. Mereka juga baru mulai, they're as clueless as you are, some are just better at hiding it. Untuk kalian-kalian yang kaget melihat pergaulannya, gak usah jadi minder. Jujur aja, gua pun sempet minder ngeliat orang di sini kebanyakan kalo gak flaunting harta ya flaunting ilmu, ada juga yang flaunting kebandelan. Itu cuma karena mereka pun nyari posisi yang puguh di tempat ini. Kalian (dan gua juga) jangan ikut-ikutan flaunting apapun cuma sekedar untuk penegasan eksistensi. Toh, sebenernya semua orang sama. Kalo bisa terlihat menarik, entah dengan cara apa, ya kenapa engga? Jadi ya coba untuk membuka pikiran, kamu tau apa yang terbaik bagi diri sendiri, kamu juga yang bisa ngarahin niat selurus mungkin, just find your crowd and have your own fun in your own way.

Ini lebih seperti saran dari diri saya untuk diri saya juga. Jadi ya, udah kaliya? Mulai ngelindur. Semoga besok-besok lebih baik dari kemarin-kemarin. Selamat malam!