Friday, March 23, 2018

sesuatu dari blog satu lagi

jadi gua sempet menyadari kalo belakangan ini ada seseorang yang kurang ramah ke gua. setelah gua telusuri, menurut seorang sumber, org ini sedikit insecure karena gua (dalam kata lain; mengutip kata sumber gua; iri hati).

di satu sisi gua bersyukur, pasti ada nikmat dari Allah SWT kpd gua yg sampe membuat org ini bisa kaya gitu. gua jg gamau sok2 "apasih yg mau kamu iri-in toh gue gini2 aja" krn pada nyatanya sesuatu yg "gini2" aja bagi seseorang bisa jadi suatu impian bagi org lain. tp gua sekedar ingin bercerita ttg Astrid versi smp yang punya folder di laptop toshiba nya berjudul hatred chapter. pas tingkat 1 gua nemu lagi tu laptop dan gua buka folder itu, buset, isinya cuma gua ngeluh doang ttg org2 yg deep down gua iri-in. bbrp emg ada yg purely gua ngeluh krn kejahatan org2 tsb, tp most of them adalah penyaluran rasa iri gua terhadap mrk2 yg dulu memiliki sesuatu yg seorang anak SMP inginkan; popularitas. ea jijik bgt tp pls itu normal. untung aja gua dulu menyalurkannya ke diri gua sendiri, bkn mengumbarnya ke medsos. i guess i got common sense to thank for that. 

ok, balik lagi ke intinya. dulu gua org yg se iri hati itu. sampe pada tahap di mana gua insecure bgt sama diri gua. tp  krn dr dulu gua outgoing dan "pede" org2 selalu ga bisa see through my insecurities unless mungkin org2 yg sedeket itu sama gua. dan entah gmn cerita maupun caranya, mungkin krn gua semakin dewasa dan mulai fokus ke aspek kehidupan lain yg jauh lebih penting, rasa iri gua itu hilang perlahan-lahan. gua lebih fokus sm diri gua sendiri, pengembangan diri gua, hubungan gua sm org2 sekitar gua, dan terutama keluarga gua, even kalo boleh jujur; liliput. gua semenganjurkan itu org lain punya pet, krn pet beneran ngajarin afeksi dan kasih sayang, even rasa percaya diri (like, this little creature doesn't understand anything, but she trusts me. i dont deserve this??) ok enough about that. intinya gua mulai fokus sama diri gua, dan ever since, hidup gua alhamdulillah started going up. gua ga bilang skrg gua ga pernah iri lagi sm org lain, sampe skrg gua masih sering liat org dan kaya "wanjir pgn dah gua jadi kaya dia" terutama kalo liat cewe2 cantik atau anak2 yudisium. keren bgt aja di mata gua. tp menurut gua itu manusiawi dan masih dibatas wajar. rasa iri itu ga membuat gua sebel sm org yg gua iri-in, rasa iri itu kadang malah memotivasi gua. dan balik lagi, gua mencoba fokus ke diri gua sendiri.

intinya, utk org itu, atau siapapun yg mungkin entah di belahan dunia mana menyimpan rasa iri thdp gua (sampe jadi gak suka sama gua, or even worse, ga suka sm diri sendiri), gua anjurkan untuk fokus pada perkembangan diri lu dan jangan terfokus pada orang lain. mana tau sebenernya kalian jg org yg gua iriin, atau diiriin sama temen sebelah kalian, atau diiriin sama anak2 pinggir jalan, ya intinya gitu lah. semua org punya sisi + yg diinginkan sama org lain, begitu pula sebaliknya, semua org punya sisi - yang bisa dilengkapi kelebihan orang disampingnya. toh, rumput tetangga memang akan selalu terlihat lebih hijau, might as well ngurusin kebon sendiri ga sih?

sekian aja deh rant gua hari ini. ingat! kalau kalian berbahagia dan berbangga dengan diri kalian, niscaya dunia akan mengikuti. itu prinsip yg gua selalu coba terapkan walaupun susahnya minta ampun. byebye 

Saturday, February 3, 2018

About making things a habit

"the chains of habit are too light to be felt until they're too heavy to be broken" - Warren Buffet.

quote favorite gua sejak tingkat 1 -- sempet digantikan posisinya oleh quote "Maktub" dari buku Alchemist --  dan sekarang kembali menempati posisi best quote ever.

Kenapa quote itu sangat menggugah bagi gua? Karena gua punya berbagai kebiasaan buruk; begadang (tanpa melakukan apapun yang produktif), bangun siang, terlambat, menunda pekerjaan, gak punya tujuan, gak pernah pasang target, you name it. Parahnya lagi, keinginan untuk berubah jadi lebih baik baru gua temukan di kuliah, dan bahkan keinginan itu harus diawali dengan kesadaran gua kalau gua adalah manusia yang kacau. Yak, gua sempet merasa bahwa kehidupan main-main dan seenaknya itu bukan hal yang perlu dirubah.

Terus liburan kemarin gua encounter suatu video di Youtube, has been in my recommendations for quite some time tp gua tidak tertarik (at first). Akhirnya di suatu sore gua memutuskan untuk menonton video itu. Intinya, pembicaranya ngasih tau pandangan dia kalau, in her own words, motivation is bull-crap (ini gua perhalus ya he). You don't depend on motivations, motivations just come and go, it's all about beating your brain to do things you usually would not do.


The science behind it adalah our brain would try and protect us from doing things we usually wouldn't wanna do, this makes for hesitation ketika kita mau -- for example -- workout. That's why the trick is to distract your basal ganglia from making you hesitate and let your prefrontal cortex to make the right decisions (karena prefrontal cortex adalah bagian untuk decision making). Kalo trik dari si pembicara itu sendiri adalah dengan ngitung mundur dari 5-1 supaya those sounds of doubts in your head will shut up and you just. do. it. 


"Improving your self discipline means changing up your normal routine, which can be uncomfortable and awkward. Charles Duhigg, author of The Power of Habit, explains that habit behaviors are traced to a part of the brain called the basal ganglia - a portion of the brain associated with emotions, patterns, and memories. Decisions, on the other hand, are made in the prefrontal cortex, a completely different area. When a behavior becomes habit, we stop using our decision-making skills and instead function on auto-pilot. Therefore, breaking a bad habit and building a new habit not only requires us to make active decisions, it will feel wrong. Your brain will resist the change in favor of what it has been programmed to do. The solution? Embrace the wrong. Acknowledge that it will take a while for your new regime to feel right or good or natural. Keep chugging along. It will happen."

source: forbes


kurang lebih isi video yg gua tonton dan artikel forbes yang gua baca semester lalu mirip, tapi mempatenkannya memang agak sulit. Godspeed


Monday, January 8, 2018

5 Must Watch

DEAD POETS SOCIETY



THE BREAKFAST CLUB



FREEDOM WRITERS



THE BLIND SIDE



THE LITTLE PRINCE 
*even if you've read the book. 

Tuesday, November 28, 2017

The only neuroscience that makes me happy

Di mabim kemarin gua sama Kak Hilman beruntung bisa jadi fasilitator bagi kelompok yang (menurut gua) paling asik. Anaknya seru-seru dan get along super fine, incredibly sweet, easy to talk to, respectable and bright. I actually can't imagine if I was paired up with another partner, or if I was assigned on another group, things wouldn't have been as perfect as they were. 

Dari awal dapet nama-namanya, aku sama Kak Mano langsung do our research. Terus dengan ngide nya kita bikin notes-notes yang dipasang di pulpen dari miniso untuk dibagiin ke anak-anak fasil kita di diskusi fasil pertama. Inget banget pas opening mabim, di sesi perkenalan fasil di auditorium, kelompok 13 udah ribut sendiri gitu (segini belum kenal ataupun ketemu samsek), aku sama Kak Mano langsung positive thinking "wah kayanya asik nih". We couldn't be more right. Akhirnya kita  interaksi pertama kali di diskusi fasil, let me tell you, dari awal kelompok ini udah aneh bgt. Diminta cerita keunikan dan ternyata semuanya waaaayy beyond imagination dengan keunikan yang bener-bener unik, entah itu ga punya gigi seri, alergi matahari, suka banget boncabe sampe bawa boncabe kemana-mana, pokoknya dari diskusi pertama kita udah seru. Sampe-sampe inget bgt ada fasil lain yang ngomong "kelompok lu kok tadi rame bgt sih gua jadi pressure karena diskusi gua tadi sepi sedangkan sampingnya kelompok lu ketawa-ketawa mulu". Good job guys.



Terus dilanjutkan dengan beberapa pertemuan berupa diskusi fasil di acara-acara mabim. Contohnya itu ya foto di atas, foto ini diambil pas kita kedatengan fasil eksternal (Kak Dhany) di acara PDOKM. Bahkan Kak Dhany aja bilang kalo anak-anak kelompok ini seru, antusias, ya intinya menuai pujian dan tanggapan positif. Again, great job guys. 



Terus ini foto pas nemenin sebagiannya wawancara dr. Affan. Awalnya pada sedih karena demi wawancara akhirnya gabisa ikut parade ksatria hijau, tapi setelah selesai justru pada bersyukur karena wawancara nya seinspiratif itu. Terus foto yang kanan pas kita makan sate pemberian dr Affan (baik banget kan beliau) sambil ngemper di tangga-tangga pintu keluar RSCM. Ya namanya juga kelaperan.

Hal lain yang paling bikin kelompok 13 seru itu grup nya yang rame. Entah diisi dengan ngejekin orang-orang, kak Mano ngirim meme gak berguna, dll. Pokoknya grup nya rame bahas apa aja, sampe di akhir-akhir malah sering bgt korban ejekannya fasilitator nya sendiri:(


Di closing mabim aku dan Kak Mano dapet sertifikat dari mereka. Hal-hal simple gini yang bikin seneng sekaligus sedih harus ngeliat mereka lepas jakun wqwq. Di akhir juga kita sempet ngelakuin hal yang kelompok mabim aku dulu lakuin pas masih maba, nulis kesan pesan di notebook satu sama lain dalam waktu 1 menit. Dulu kelompokku ngerasa 1 menit itu cukup, tp kelompok ini minta dibikin 2 menit karena pengen nulis yang panjang, which is another proof of how close we are to each other. Akhirnya Nurul, Monika, dan Yasmin sampe nangis juga ngungkapin kesan dan pesan mereka untuk kelompok ini, di mana selama ini kelompok 13 udah bisa jadi motivator, hiburan, dan tempat buat ketawa-ketawa. Sebenernya gua udah pengen nangis bgt bgt bgt tp gabisa krn sakit kepala which is alhamdulillah juga kaliya karena gua suka malu kalo nangis di tempat umum hahaha. Terus sore nya sebagian dari kita makan ke margo (in which aku dan kak Mano ditraktir huhu baik bet) terus karaoke and as usual Mpal being the wild and fun Mpal with his dangdut songs.

Sepulangnya dari kumpul itu gua ngebaca ulang kesan pesan yang ditulisin satu-satu bocil-bocil (except for Syifa yang berhalangan hadir di closing huhu we missed u) dan gua terharu bgt. Ada beberapa yang bilang kalo mereka berhasil bikin temennya iri karena denger gimana fasil kelompok 13, but they don't know that seharusnya yang iri itu fasil-fasil lain ke aku dan Kak Mano karena dapet kelompok yang bener-bener gak membuat kerjaan sebagai fasil kerasa kaya kerjaan, yang saking ramenya sering bikin Bintang bertanya-tanya kenapa kelompok 13 bisa serame dan sekompak itu, yang bikin orang-orang nanya kok grup nya bisa rame terus, yang bikin Taufiq bilang "anak-anak kelompok lu asik dah", yang bikin aku sendiri sering mikir kenapa bisa hoki banget dapet anak-anak kaya kalian? In short, you guys are such sunshines. 

One last important thing, di diskusi fasil terakhir gua sempet berkata-kata semacam kesan pesan terakhir dan menurut gua rangkaian kata gua sangat kacau balau dikarenakan sakit kepala yang udah gua sebutkan tadi. Jadi pesan gua sebenernya sederhana juga sih, untuk kelompok 13, you guys just don't know how grateful I am to have been a part of such a loving group of people. I have grown close to each and every one of you, I care about you guys very deeply. Jangan pernah ragu untuk pc-pc aku lagi dengan cerita apapun, remember that I will always be willing to listen.

p.s. to the best fasil partner ever, it's super sad for me to think about you leaving soon, I hope you have a wonderful year abroad and will still keep in contact with me. 

Saturday, October 21, 2017

words to live by

"bingung dah gua kenapa lu mau-mau aja jadi (...)" me too, sometimes, but here's a reason why i shouldn't be