I figured it out! At least for myself. Iman itu fluktuatif banget, kan? Do'a yang paling krusial adalah untuk mengharap Allah SWT selalu ingetin kita pas lagi jauh. Ada kalanya iman lagi on its peak dan kita mikir "ya ampun gimana bisa sih gua dulu sejauh itu sama Allah?" terus dalam hitungan hari tiba-tiba kita kembali jahiliyah tanpa rasa bersalah. Segitu ombang-ambing nya, terlalu susah untuk berharap kemauan dekat dengan Dia selalu tinggi, lebih realistis untuk meminta didekatkan ketika jauh. Bismillah teman-teman, semangat!
Friday, March 10, 2017
Friday, March 3, 2017
Birthdays Through The Years
![]() |
| 16 tahun, Slot |
Ini nge-collage nya jaman masih alay makanya alay gitu. Dateng ke smansa terus diajak ke slot dan akhirnya dapet surprise dari temen-temen (foto pojok kiri atas ada makhluk bernama Iqi yang sempet dikira anak panti), yang jadi "penanggungjawab" tak lain dan tak bukan adalah Nidya. Seneng banget karena kayanya ini first legit surprise yang gua peroleh (pas SMP surprise ultahnya kecil-kecilan gak pernah yang terancang). Pojok kanan atas dapet surprise dadakan dari mama, ayah, dan kakak-kakak. Kue red velvet nya enak banget hehe. Pojok kiri bawah itu brosur-brosur dari LSWK yang isinya ucapan dan foto aib gua. Tengah bawah itu foto puisi yang ayah kirimin (lucu banget kan beliau) dan pojok kanan bawah itu buatan Refia sumpah ngapain gua masukin ya isinya muka jelek gua semua hahahah tapi love you Ref.
![]() |
| Bali, 17 tahun |
Ini foto surprise ulang tahun ke 17, surprise paling romantis yang pernah gua peroleh. Hari H timeline penuh muka aib yang meskipun memalukan tapi membuatku senang, siangnya sempet nangis karena suatu tingkah tidak beretika anak Pedang Platinum yang hingga kini masih gua ingat (dan dendam sedikit), tapi kekesalan dan amarah itu terbayar jam 8 malam pas dikasih CD yang sampai sekarang masih gua simpan. Terus pas studi banding; malam pertama di hotel horror yang letaknya di Bali kita berencana mau jalan keluar. Pas masuk kamar Fina dan Athifa malah disambut lilin-lilin dan balon-balon yang ujungnya itu kumpulan foto aib gua, terus dindingnya dipenuhi sama post it yang berisi wishes dari temen-temen seangkatan, terus dikasih bonchon sebagai pengganti kue, dan mereka pada jargon tim sukses birthday acit. Kalo pake twibbon Alzheimer sih, ini memori yang gak bisa gua bayangin kalo sampe ilang dari otak. I love you guys. Terutama makasih Ail dan Fina sebagai main koordinator ultah yang satu ini. Pojok kiri bawah kue super enak dari keluarga. Terus tiba-tiba berhari-hari kemudian dapet surprise susulan di mana sahabat-sahabat pada dateng ke rumah bawain kado dan habis itu kita makan pizza dan spaghetti.
![]() |
| 18 tahun, depan Monarchy |
Ketika sang penanggungjawab surprise rela bolos sehari buat ngurus ini itu (penanggungjawabnya bukan Fona ya, kebetulan aja gua adanya foto sama dia hehe love you Fon), lalu Shalhan malah keceplosan ke gua. Terus lagi birthday lunch bersama a significant person pas tiba-tiba dia keluar gak balik-balik, gua udah langsung feeling dan akhirnya keluar Monarchy tapi gak ada apa-apa, terus sampe dikasih tau satpam "mba itu kesana dikit" hahahahaha. Memang sih gak surprise jadinya, tapi jujur aja itu justru hal yang nyadarin banget, ketika gua udah expect it to happen ternyata rasa gembira dan kegirangan yang gua rasain tetep tinggi banget. Kirain mobilnya buat gua juga ternyata engga. Gak deng, dapet pizza tunamelt dan burger+fries mcd sudah membuatku amat sangat bahagia, plus dekorasi yang gemes, dan yang pasti keberadaan my beloved bffs.
Yang terbaru, hari h dapet ucapan spesial berupa link video ulang tahun yang ada di youtube (which membuatku so happy thankyou Nadkal sebagai editor dan pengelola xoxo) dan paginya setelah solat subuh tiba-tiba dikasih kue dan bunga sama keluarga (malemnya gua sempet liat ada bunga dalem kulkas tapi sangat gak nyangka itu buat gua karena selama ini kalo ultah gak pernah dikasih bunga sama mereka) terus dua hari kemudian dapet surprise dari sahabat-sahabat FK pas lagi di E5. Untung banget sebelum di surprise gua sempet merapikan penampilan dulu hahaha memang ya feeling itu harus diikuti, terus tiba-tiba pada muncul dan gua kaget banget beneran surprised. Dapet kue super enak dan lucunya mereka print muka orangtua dan kakak-kakak gua (bahkan liliput juga mereka ingat) jadi berasa disurprise sekeluarga. Sangat wajib dibaca bahwa foto yang terlihat agak gossip-able di pojok kanan bawah itu adalah sobat platonic yang sangat baik dan gak enakan; dia nge surprise susulan karena siangnya gak bisa dateng dan dia dimarahin Nadkal akibatnya dia jadi gak enak dan seniat itu dateng ke kost bareng Tatang ngasih surprise kecil-kecilan tapi bikin seneng juga (plus di malam itu dapet kado dari sohibku Muthia Ika Laksmi) terus bahagia banget ternyata sahabat-sahabat SMA masih pada ngucapin panjang-panjang. Semoga tetap begitu ya untuk ke depannya. Terus Selasa, 28 Feb kemarin sepulang dari praktikum dikasih kado dadakan (barengan sama Fanny yang abis ultah juga) dari HG terbaik sepanjang masa; Dumb and Dumber dikoordinasikan oleh @benacupu.
Itu dia kisah ultahku di mulai dari kelas 10 sampai yang terbaru semester 1 di FKUI. Semuanya spesial dan berkenang bgt, bagian terbaik itu ngebaca wishes dan ucapan dari orang-orang yang gua sayang. I am super grateful to have each one of these memories, I wish to have more great ones ahead. Thank you my dearest friends for being super lovely and always making me feel loved, I owe you guys big.
Sunday, February 19, 2017
Why It Is Essential To Do Things Your Way
Memasuki bulan Januari 2017 kakak saya memulai kebiasaan baru; bullet journaling. If you don't know what a bullet journal looks like, it's pretty much like this
![]() |
| nemu di google |
Jadi selama liburan itu gua yang gabut hanya bisa memperhatikan kedua kakak berkutik dengan jurnal nya. Kadang mereka nyontek dari internet, kadang mereka ngarang sendiri. Yang pasti setiap mereka ngejurnal, pensil warna dan spidol udah acak-acakan di lantai. Akhirnya di hari ke 10 bulan Januari gua memutuskan untuk adopsi kebiasaan yang sama.
Hanya bertahan sekitar 2 hari, di hari ketiga pas lagi nongki di coffee shop paling mainstream se dunia (you guessed it), gua udah muak bikin hiasan-hiasan dan creative content macam punya kakak. I hated how my journal looked, especially compared to my sisters', I also hated that it took hours to create just one piece. Akhirnya I decided to quit journaling.
But then on one fine afternoon I started contemplating about things; and I started thinking about my neglected journal. One thinking led to another, terus gua berhasil merumuskan masalah gua; it is not the journaling I hate, it is the way of journaling that I can not comprehend.
Hal itu sebenernya menyadarkan gua akan berbagai hal, too many times gua meninggalkan sesuatu not because I hate it, but because I did not like how I was taught to do it, atau simply belum menemukan cara yang sesuai dengan diri gua sendiri. For example ketika gua belajar matematika di suatu lembaga yang mengharuskan ngerjain PR nya setiap hari; berakhir dengan "aku benci matematika" when in fact gua cuma gak suka dengan tekanannya aja. Terus ketika gua mengikuti orang lain belajar bersama di NF dan gua pulang dengan ilmu yang gak bertambah banyak, gua berfikir "mau belajar gimana juga gua tetep bolot ya, i hate studying" padahal faktanya when it comes to pelajaran yang itung-itungan, gua emang gak bisa belajar bareng.
And now about the journal thing. Akhirnya setelah menyadari pola kehidupan gua yang berlari dari berbagai hal, kali ini gua gamau quit. Gua mencoba metode jurnal yang lebih cocok; meminimalisir dekorasi (pake printout seadanya atau gambar-gambar kecil di pinggir) and I let random strikes of ideas fill it in tanpa aturan, tapi tetep ada content yang mandatory setiap harinya ttg keseharian gua (yang mungkin membuat jurnal ini jatuhnya lebih mirip ke diari?) Tapi dengan cara ini gua beneran enjoy waktu-waktu ngejurnal, bahkan udah mulai terbiasa ngelakuin setiap sebelum tidur.
Jadi inti dari post ini adalah jangan nyontek cara orang terus stress sendiri ketika kita gak bisa keep up sama gaya mereka. Find your own rhythm dan your own way of working, niscaya hasilnya akan lebih orisinil dan baik (at least for yourself).
Waktunya ngejurnal!
Saturday, February 11, 2017
A Piece of Advice from Buffett, and from a senior
When I was much younger, I found a book about Warren Buffett's life in my father's library (mostly filled with books about economy such as the freakonomics and stress test, books I thought I'd stick with and not Sherwood nor Guyton). Biografi Warren Buffett yang gua baca itu dibuatnya dalam bentuk komik, karena ketika itu masih kecil pasti dong pilih yang bergambar-gambar? I don't remember finishing the book but I remember thinking "wow this man is one of a kind".
![]() |
| I don't think the book I read is any of these books shown above |
Lalu tadi pagi pas ngecek hp ada LINE dari official account TIME. "Warren Buffetts 10 Pieces of Advice". Then I came across a piece of advice that hit home.
"Most behavior is habitual, and they say that the chains of habit are too light to be felt until they are too heavy to be broken"
Kenapa sangat menyentil? Karena for the past few weeks I've noticed how my life consists of laziness and ambition-less no vision path. I realize I have horrible habits such as lack of discipline, low achieving tendencies, prejudice toward others, and other negatives. I really want to change myself. That is why prior to finding this piece of advice I had made a list of small baby steps yang ingin gua implementasikan sehari-hari, hopefully until they are too heavy to be broken.
Sekarang lagi mencoba menemukan "visi" dan stop menjalani hidup dengan terlalu "liat entar aja". I want to set a goal. I need to set a goal. Kemarin di BEM Meeting, Kak Fadhli Waznan nyebutin suatu quote yang sebenernya bukan pertama kali gua denger;
"Gagal merencanakan = merencanakan untuk gagal"
Sebelumnya gua mendengar quote ini dari kuliah umum MPKT-B dalam aspek pencegahan terjadinya bencana, tapi saat itu sama sekali gak terpikirkan kalau prinsip tsb juga ada korelasinya dengan kehidupan sehari-hari. Baru kemarin, setelah denger kata-kata itu, gua merefleksikan diri "gimana nasib gue yang gak pernah punya rencana?"
Jadi plan untuk sekarang adalah mendapatkan visi dan misi pribadi, nemuin cita-cita gua baik for the short term maupun long term, dan train myself for self improvement melalui berbagai metode yang udah gua rangkai, sampai mereka jadi kebiasaan sehari-hari gua. Gua juga berharap bisa sempetin baca-baca buku berbobot tentang self discovery dan lain hal yang bisa memotivasi. Maybe start with finishing that Warren Buffett's biography?
Jadi plan untuk sekarang adalah mendapatkan visi dan misi pribadi, nemuin cita-cita gua baik for the short term maupun long term, dan train myself for self improvement melalui berbagai metode yang udah gua rangkai, sampai mereka jadi kebiasaan sehari-hari gua. Gua juga berharap bisa sempetin baca-baca buku berbobot tentang self discovery dan lain hal yang bisa memotivasi. Maybe start with finishing that Warren Buffett's biography?
Wednesday, February 8, 2017
Subscribe to:
Posts (Atom)






